Halaman

06 Juli 2009

Paradoks dan Kelebihan dark chocolate (cokelat hitam)

Mengapa cokelat hitam lebih sehat? Cokelat berasal dari tanaman, jadi artinya mengandung banyak manfaat kesehatan seperti sayuran hijau. Manfaat ini berasal dari flavonoid yang bertindak sebagai antioksidan. Antioksidan melindungi tubuh dari penuaan yang disebabkan oleh radikal bebas, yang bisa menyebabkan kerusakan yang mengakibatkan penyakit jantung. Cokelat hitam mengandung sejumlah besar antioksidan (hampir 8 kali lebih besar daripada yang ditemukan di buah strawberry). Flavonoid juga membantu merilekskan tekanan darah dengan memproduksi nitrit oksida dan menyeimbangkan beberapa hormone di dalam tubuh.

Itu sebabnya cokelat hitam baik untuk jantung. Layaknya jenis makanan yang mengandung flavonoid, cocoa mengandung komponen antioksidan yang berperan mengontrol kadar LDL serupa vitamin E. Satu gelas cokelat panas yang mengandung 2 sendok makan cocoa mengandung 146 mg total fenol. Ekstrak fenol cocoa menghambat oksidasi LDL sampai 75%.

Sepotong kecil dark chocolate setiap hari dapat menjaga jantung dan sistem kardiovaskular agar berjalan baik. Berikut ini adalah kelebihan cokelat hitam (dark chocolate) :

  1. Mengandung flavonoid yang disebut procyanidin dan epicatechin. Flavonoid merupakan bagian dari kelompok antioksidan yang dikenal sebagai polifenol dan ditemukan di sejumlah makanan termasuk teh, anggur merah, serta berbagai buah dan sayuran.
  2. Mengurangi resiko pembekuan darah.
  3. Meningkatkan aliran darah dalam arteri.
  4. Menurunkan tekanan darah yang tinggi. Penelitian menunjukkan bahwa mengkonsumsi sepotong kecil dark chocolate setiap hari dapat mengurangi tekanan darah pada orang yang bertekanan darah tinggi.
  5. Menurunkan oksidasi LDL (kolesterol jahat). Cokelat hitam dapat menurunkan LDL sampai 10%. Cocoa memberikan efek yang bermanfaat pada kadar kolesterol karena kebanyakan terdiri dari asam stearat dan asam oleat. Asam stearat memang asam lemak jenuh, tapi tidak seperti kebanyakan asam lemak jenuh, asam stearat tidak menaikan kadar kolesterol darah. Asam oleat sendiri merupakan asam lemak tak jenuh tunggal, yang tidak meningkatkan kolesterol dan justru bisa menguranginya.
  6. Dapat meningkatkan mood dan kesenangan dengan melejitkan kadar serotonin, yang memberikan perasaan senang sedangkan serotonin bisa bertindak sebagai anti depresi.
  7. Dapat menstimulasi karena mengandung theobromin, kafein, dan substansi lain yang merupakan stimulant.

Komposisi Gizi Cokelat

Rasa asli cokelat sebenarnya pahit akibat kandungan alkaloid. Tetapi setelah melalui rekayasa proses, dapat dihasilkan cokelat sebagai makanan yang disukai oleh siapapun.

Lumeran cokelat di rongga mulut, ditambah aroma dan paduan rasa manis memang bisa menghanyutkan. Selama beberapa detik, sensasi itu akan memenuhi kepala. Hitungan-hitungan logis dan ketakutan-ketakutan terlupakan selama beberapa detik, mulai dari mematahkan cokelat, memasukannya ke dalam mulut, hingga menunggunya mencair beberapa saat kemudian. Jadi tidak sempat untuk menilik lebih lanjut apa saja kandungan dalam gizi cokelat bukan???

Pohon kakao umumnya tumbuh di daerah tropis dan iklim hangat lembab. Kebanyakan biji kakao berasal dari Afrika Barat terutama Ghana, Pantai Gading, dan Nigeria merupakan produsen terbesar. Biji Cokelat di Indonesia berasal dari pulau Sumatera, Pulau Jawa, Bali, dan Sulawesi.

Proses pembuatan cokelat yang bervariasi akan menghasilkan produk cokelat yang bervariasi pula. Cokelat hitam (dark chocolate) memiliki antioksidan yang lebih besar dibandingkan dengan cokelat susu (milk chocolate) atau cokelat putih (white chocolate).

Cokelat diolah dari biji buah tanaman kakao yang sudah mengalami perlakuan khusus, yaitu fermentasi. Buah kakao mua-mula dipecah dengan menggunakan batang kayu. Cara ini dilakukan dengan tujuan untuk menghindari agar biji kakao tidak memar sehingga kualitasnya terjamin baik. Biji yang masih dibungkus lender ini kemudian di fermentasikan untuk memunculkan aroma khas dari cokelat pada proses pengolahan selanjutnya.

Proses fermentasi ini amat kompleks karena melibatkan mikroba tertentu seperti bakteri asam laktat, asam asetat dan yeast. Gunanya untuk memacu reaksi-reaksi enzimatis dalam merangsang pembentukan senyawa flavonoid yang bermanfaat bagi kesehatan. Secara komersial, derajat fermentasi biji kakao ditandai dengan perubahan warna pada kotiledonnya.

Munculnya warna cokelat pada biji menandakan bahwa fermentasi berlangsung baik. Setelah itu, dilakukan pengeringan untuk membentuk pre kusor aroma yakni flavonoid (catechin, epicatehin, dan gallocatechin), asam amino dan gula yang bertanggung jawab penun untuk pembentukan aroma khas cokelat. Jadi, jika kakao tidak mengalami proses fermentasi, maka produk cokelat yang dihasilkan tidak akan memiliki aroma khas cokelat yang lezat.

Biji kakao yang sudah mengalami pemeraman dan pengeringan selanjutnya dibersihkan dari kulit sehingga siap digiling untuk memperoleh bubur cokelat (liquor). Bubur cokelat mudah mengalami oksidasi sehingga harus dipisahkan dari lemak dengan cara pengepresan. Hasilnya berupa balok-balok cokelat yang rasanya pahit (bitter chocolate) dan tahan disimpan dalam waktu yang relative lama.

Balok-balok cokelat tersebut jika digiling kembali maka akan menghasilkan bubuk cokelat (cocoa powder). Cocoa butter yang berharga paling mahal, merupakan lemak hasil ekstraksi cocoa liquor dari pembentukan cokelat. Cocoa butter sering kali digunakan sebagai campuran pembuatan permen cokelat dan bahan baku kosmetik seperti lipstick.

Komponen nutrisi dalam cokelat

Secara garis besar, cokelat mengandung lemak 31%, karbohidrat 14%, dan protein 9%. Protein cokelat kaya akan asam amino triptofan, fenilalanin, dan tyrosin. Meski cokelat mengandung lemak tinggi namun relative tidak mudah tengik karena cokelat mengandung 6% polifenol, yang berfungsi sebagai antioksidan pencegah tengik. Cokelat mengandung berbagai macam gula, pati, protein sayuran, kalium, magnesium, kalsium, natrium, zat besi, krom, berbagai macam vitamin (A, B1 tiamin, B2 riboflavin, D dan E), serta kafein dan phenyletilamin.

Produk cokelat cukup beraneka ragam, misal cokelat susu yang merupakan adonan cokelat manis, butter, gula, dan susu. Selain itu ada cokelat pahit yang merupakan cokelat alami dan mengandung 43% padatan cokelat. Cokelat jenis ini biasanya ditemukan pada beberapa produk cokelat batangan.

Chocotherapy

Bagaimana cara cokelat menyembuhkan?? Para peneliti dari University Of California, Davis menunjukan bahwa konsumsi dark chocolate dapat meningkatkan oksidasi. Cokelat mengandung flavonoid yang sama dengan yang ditemukan dalam teh, anggur merah, dan buah serta sayuran. Asupan flavonoid yang sama dengan yang tinggi dapat menurunkan resiko penyakit jantung, kanker paru, kanker prostat, dan diabetes tipe 2. Namun menurut penelitian sejarah, ternyata cokelat bisa meringankan berbagai penyakit… Percayakah Anda??

Pohon Cokelat yang amat berguna

Disamping sebagai sumber pangan, penggunaan kakao untuk pengobatan sebenarnya telah di praktikan sejak abad 15, misalnya untuk meredakan demam, sesak napas, dan lemah jantung. Dari penelitian Dillinger dan kawan-kawan pada manuskrip dari tahun 1600 dan awal abad 20 dibuat di Eropa dan Spanyol baru, ternyata memuat berbagai kegunaan kakao/cokelat sebagai obat. Dari manuskrip pengobatan tersebut, setidaknya tiga hal penting dari cokelat untuk pengobatan secara konsisten dan bisa diidentifikasi.

  1. Cokelat digunakan untuk merawat pasien kurus untuk menambah berat badan dan untuk menguruskan/melangsingkan berat tubuh.
  2. Cokelat menstimulasi sistem saraf dari pasien yang apatis, kurang gairah, sangat letih, kehabisan tenaga atau lemah.
  3. Cokelat memperbaiki pencernaan di perut dan pengeluaran karena kakao dapat mengatasi masalah pada lambung, menstimulasi fungsi ginjal, dan memperbaiki fungsi usus besar.

Berikut ini uraian dari penelitian tersebut secara lebih lengkap

Manfaat biji Kakao yang disajikan sebagai cokelat :

  1. Mengurangi agitasi (gelisah, bingung)
  2. Menyembuhkan anemia
  3. Mengurangi angina/sakit jantung
  4. Mengurangi masalah properti afrodisiak
  5. Meningkatkan nafsu makan
  6. Mengurangi asma
  7. Mengurangi sendawa
  8. Meningkatkan produksi darah
  9. Memperbaiki kesegaran tubuh
  10. Memperkuat daya ingat otak
  11. Meningkatkan kuantitas produksi susu ibu/laktasi
  12. Menyegarkan napas
  13. Menenangkan pernapasan
  14. Mencegah kanker
  15. Mengurangi katarak
  16. Meningkatkan kemungkinan kehamilan
  17. Meningkatkan tenaga
  18. Membuat awet muda
  19. Memperbaiki sistem pencernaan
  20. Mengurangi rasa sakit saat diare, disentri, sakit perut
  21. Menambah atau menurunkan berat badan (diet)
  22. Meningkatkan energy
  23. Mengurangi masalah kewanitaan
  24. Menyembuhkan demam
  25. Mengurangi kembung/masuk angin
  26. Menguatkan gusi
  27. Menjaga vitalitas tubuh
  28. Menguatkan jantung sehingga tidak mudah sakit
  29. Pompa jantung lebih teratur
  30. Mencegah insomnia
  31. Membantu memfokuskan pikiran
  32. Mengurangi radang tenggorokan
  33. Mengurangi sakit gigi
  34. Melancarkan buang air
  35. Meningkatkan kejantanan
  36. Mengontrol kenaikan berat badan/obesitas
  37. Mengurangi hipokondria
  38. Mengurangi masalah pencernaan
  39. Mengurangi infeksi (umum)
  40. Mengurangi inflamasi (umum)
  41. Meningkatkan semangat hidup
  42. Mengurangi nyeri abnominal
  43. Meningkatkan aliran menstruasi
  44. Menawarkan racun
  45. Meningkatkan hasrat seksual


Manfaat mentega kakao/lemak/minyak :

  1. Mengurangi sakit karena bronchitis
  2. Mengurangi sakit pada luka bakar
  3. Sebagai desinfektan
  4. Mencegah dan mengurangi sakit pada penderita kanker (lambung)
  5. Mengurangi sakit pada penderita katarak
  6. Mengurangi sakit pada penderita hemorrhoid/ambeien
  7. Menyembuhkan bibir pecah-pecah
  8. Menghaluskan kulit
  9. Mengurangi masalah kandung kemih
  10. Menyembuhkan luka

Sejarah Singkat Perjalanan Cokelat

1500 – 400 SM

Bangsa Olmec membudidayakan Theobroma Cacao

600 SM

Biji Kakao digunakan untuk membuat minuman hangat di pra America

350 – 650 SM

Pohon kakao digambar pada lukisan dinding di Teotihuacan dekat kota meksiko

300 – 600 M

Biji kakao digunakan sebagai mata uang

600 – 900 M

Para bangsawan dikuburkan dengan keramik kakao

c. 1550

Popul Vuh menyebutkan kakao

1502

Columbus menemukan biji kakao

1519

Cortes menyaksikan Moctezuma II meminum cokelat

1544

Kelompok biarawan Dominika mengutus orang Kekchi ke Spanyol untuk menyajikan minuman cokelat kepada pangeran Philip

1585

Kiriman resmi pertama biji kakao tiba di Seville dari Meksiko

1600 – 1700

Penggunaan cokelat menyebar di luar kalangan bangsawan Spanyol ke seluruh dunia

1712

Cara pembuatan cokelat gaya Eropa mengikuti cara dari Amerika utara

c. 1750

Linnaeus member nama Theobroma Cacao

1828

C.J Van houten mematenkan metode “dutching”, proses ekstraksi yang menciptakan bubuk cocoa modern

Sekarang

Cokelat telah dikenal dan dikonsumsi di seluruh dunia